Sabtu, 09 Februari 2013

Penelitian Bisnis, Keahlian yang Wajib Dimiliki Entrepreneur

Yap, wajib! Wajib dalam pengertian bahwa ilmu Penelitian Bisnis (Business Research) harus diketahui, dipahami dan diamalkan oleh setiap entrepreneur, mulai dari pedagang keliling jalan kaki hingga ke pedagang yang duduk di kursi empuk di kantor mewah dalam gedung bertingkat sekian-sekian ^_^

Tujuan dasar perdagangan adalah terjualnya produk (barang atau jasa) yang dijual. Tujuan ini memunculkan pertanyaan bagaimana caranya agar yang dijual terjual. Jawabannya banyak sekali, namun semuanya pasti melalui langkah awal yaitu Penelitian Bisnis, mulai dari penelitian yang dilakukan secara sederhana hingga penelitian yang bersifat kompleks.

Hasil Penelitian Bisnis ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang merupakan cirikhas utama pengambil keputusan yang baik (Gambar 1). Diterapkan dalam Perencanaan Bisnis (Business Plan) yang akan dimulai atau yang sedang berjalan.

Penelitian Bisnis terdiri atas dua berdasarkan lokasi dilakukannya penelitian yaitu Penelitian Bisnis Internal (PBI) dan Penelitian Bisnis Eksternal (PBE). Penelitian Bisnis bermanfaat untuk mengetahui aspek-aspek yang menghilangkan kendala-kendala, meningkatkan efektivitas, efisiensi , dan tercapainya tujuan/target proses produksi (melalui PBI) dan proses pemasaran (melalui PBE).



Hierarki pengambil Keputusan


Karakteristik ideal Penelitian Bisnis yang baik:
Memiliki tujuan yang detail dan dapat diukur

Metode penelitian yang dilakukan realistis, terencana, dan dapat dijabarkan secara mendetail

Menentukan batasan atau skup penelitian yang jelas

Menggunakan data primer (data yang diperoleh langsung dari “lapangan”) dan data sekunder (informasi yang diperoleh dari pengalaman sendiri dan orang lain, informasi yang diperoleh dari berbagai media massa dan dari institusi yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

Hasil penelitian tidak bersifat ambigu dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang efektif dan efisien.

Hasil Penelitian Bisnis yang baik dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan bisnis yang realistis, dapat diukur, sangat efektif dan efisien. Secara umum hasil penelitian ini dapat mempermudah dalam merealiasasikan tercapainya tujuan bisnis.

Hal ini sudah saya buktikan sendiri dalam bisnis produksi nata de coco yang saya lakukan.

Hasil dari PBI yang saya lakukan misalnya dalam mengetahui tingkat kegagalan produksi, penyebab dan cara mengatasinya, mengetahui kinerja tenaga kerja, dan dalam penghematan bahan-bahan baku yang digunakan tanpa mengurangi jumlah terget produksi.

Sedangkan PBE yang saya lakukan misalnya mengatasi kendala dalam proses pengiriman produk, hubungan dengan pelanggan tetap, mencari pembeli-pembeli baru, dan mencari kemungkinan pengembangan produk nata de coco.

Well Dear Readers…

Demikianlah sedikit pengalaman yang saya peroleh dari bisnis yang saya lakukan, dari hasil studi buku-buku manajemen bisnis dan dari berbagai media massa.




Perbedaan Antara Strategi Dengan Taktik, Serta Penerapannya Dalam Bisnis
Kedua kata ini, strategi dan taktik, cukup sering kita dengar, misalnya di bidang militer, politik dan bisnis. Disini saya mencoba memaparkan perbedaan kedua kata itu dalam aplikasi bisnis.

Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.

Misalnya si Abah, seorang entrepreneur yang baru saja memulai usaha minimarket, dalam istilah klasik “kedai sampah” ^_^

Si Abah bertujuan untuk terus menghidupkan, memajukan dan mengembangkan minimarket tersebut dengan keuntungan bersih minimal 20%. Untuk mencapai dan memperoleh tujuan itu si Abah menerapkan tiga strategi yaitu Nyaman, Murah dan Cepat.

Oh ya, sebelum si Abah membuka usaha minimarket itu, dia telah melakukan penelitian bisnis awal (Start Up Business Research) yang memberikan data-data bahwa potensi bisnis minimarket di lokasi yang dipilihnya sangat menguntungkan (mengenai penelitian bisnis awal, insyaallah dalam tulisan tersendiri).

Dalam merealisasikan ketiga strategi itu, si Abah menerapkan taktik-taktik sebagai berikut:

Strategi Nyaman

Taktik-taktik yang dilakukan adalah:
Suhu ruangan minimarket tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin (adem)

Dinding, rak-rak dan lantai yang bersih

Rak-rak dan produk-produk dagangan disusun rapi, dikelompokkan berdasarkan jenisnya

Strategi Murah

Taktik-taktik yang digunakan adalah:
Membuat tiga hari promo setiap bulannya

Diskon 3 % untuk setiap belanja Rp. 200.000,-

Mengembalikan selisih harga, apabila produk sejenis yang dijual di minimarket lain lebih murah

Strategi Cepat

Taktik-taktik yang dipakai adalah:
Menyediakan recehan yang relatif banyak, dan dikelompokkan berdasarkan nilainya dalam laci kasir

Menyediakan dua meja kasir

Menggunakan price tag scanner

Nah, dengan contoh di atas, jelaslah sudah perbedaan antara strategi dengan taktik ^_^

Berdasarkan data-data hasil evaluasi yang diperoleh setelah menerapkan ketiga strategi dan taktik-taktiknya selama misalnya tiga bulan, akan diketahui efektivitas dan efisiensinya dengan tujuan utama sebagai tolak ukurnya. Data-data tersebut merupakan data primer dalam penilitian bisnis.

Si Abah merencanakan akan melakukan penelitian bisnis setiap tahunnya untuk mengetahui kendala-kendala bisnis yang dihadapi sehingga dapat diketahui hal-hal yang mesti diubah, diperbaiki atau ditingkatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar