Sabtu, 09 Februari 2013


TEORI AKUNTANSI : PENDEKATAN TEORI AKUNTANSI
1. Pengertian Teori Akuntansi

Teori Akuntansi adalah bidang akuntansi yang membahas proses pemikiran atau penalaran.  Struktur akuntansi dan seperangkat konsep-konsep sebagai hasil proses pemikiran dan pemilihan konsep (kerangka acuan konseptual)

Teori Akuntansi Sebagai Penalaran Logis adalah suatu proses pemikiran atau penalaran, dengan menggunakan konsep-konsep yang relevan sebagai landasan, untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau prkaik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau untuk mendukung prinsip dan praktik yang baru atau yang diharapkan.

Teori Akuntansi Sebagai Lawan Praktik.  Seperangkat konsep-konsep yang membahas tentang bagaimana seharusnya konsep-konsep yang membahas tentang bagaiman seharusnya praktik akuntansi berjalan atau yang membahas alternative-alternatif prinsip yang dapat digunakan dalam prkatik.

Teori Akuntansi Sebagai Pembenaran. Teori memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu.

Teori Akuntansi Sebagai Penjelasan Ilmiah.  Teori merupakan pernyataan-pernyataan tentang hubungan antara perilaku variabel-variabel alam atau social yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam atau sosial.

Teori Akuntansi Sebagai Model. Sebagai model penalaran untuk menciptakan suatu praktik akuntansi yang dianggap baik dan sehat serta cocok dengan lingkungan tempat akuntansi akan dipraktikan.

2. Pendekatan-Pendekatan Dalam Penyusunan Teori Akuntansi
Walaupun belum ada satupun teori akuntansi yang komprehensif namun berbagai teori akuntansi yang bersifat menengah atau setengah jadi telah dihasilkan melalui sejumlah pendekatan yang berbeda antara lain : (pendekatan trasisional, pendekatan otoritas, pendekatan regulatori, keperilakuan, peristiwa, prediktif, dan positif) .

a. Pendekatan Tradisional :
Pendekatan non teoritis, praktis, atau pragmatis.
Penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktek sesungguhnya yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis.
Pendekatan otoritas dalam penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi, terdiri dari penyajian  sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi.
Suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah teori yang buruk .
Pendekatan Teoritis : Deduktif, Induktif, Etis, Sosiologis, Economics, Eklektik.

b. Pendekatan Deduktif
Dari asumsi atau dalil dasar akuntansi dan konklusi logis yang diperoleh dan sejumlah prinsip akuntansi untuk menyajikan petunjuk dan dasar bagi pengembangan teknik-teknik akuntansi selanjutnya.  Tahap-tahap pendekatan deduktif :
Penetapan-penetapan tujuan pelaporan keuangan
Pemilihan dalil-dalil akuntansi
Penentuan prinsip-prinsip akuntansi
Pengembangan teknik-teknik akuntansi.

c. Pendekatan Induktif
Pendekatan ini dimulai dengan serangkaian pengamatan terhadap informasi keuangan dari bisnis perusahaan dan selanjutnya akan diperoleh rumusan gagasan serta prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan tersebut dengan menggunakan dasar hubungan yang terjadi secara berulang.  Pendekatan induktif dalam penyusunan teori mencakup empat tahap :
Pencatatan seluruh pengamatan
Penganalisaan dan pengelompokan pengamatan untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang (kesamaan atau kemiripan)
Penginduksian asal mula konklusi-konklusi dan prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan-pengamatan yang menggambarkan hubungan secara berulang.
Pengujian konklusi-konklusi yang dibuat.

d. Pendekatan Etis
Konsep kewajaran (penyajian yang tidak bias, dan tidak memihak), keadilan (sebagai perlakuan yang seimbang terhadap seluruh pihak yang berkepentingan). Keseimbangan dan kebenaran (sebagai pelaporan keuangan yang akurat dan benar tanpa adanya kesalahan interpretasi).  The Committee on Auditing Procedure merujuk criteria “kewajaran penyajian” sebagai berikut :
Kesesuaian dengan prinsip-prinsip akuntansi
Pengungkapan
Konsistensi
Dapat Diperbandingkan

e. Pendekatan Sosiologis
1.    Akibat-akibat sosial yang ditimbulkan dari teknik-teknik akuntansi.  Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan etis yang dasarnya merupakan suatu perluaan konsep kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial.
2.    Dalam pendekatan ini, diharapkan bahwa data akuntansi akan memberikan manfaat dalam pembuatan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan sosial.
3.    Kesulitan dalam pendekatan ini adalah penetapan criteria “nilai-nilai sosial” yang dapat diterima oleh semua masyarakat.
4.    Bedford, berpendapat maksimalisasi kesejahteraan sosial berhubungan dengan pengukuran penentuan pendapatan yang terbaik bagi masyarakat.
5.    Pendekatan ini telah memberikan kontribusi pada evolusi cabang bidang akuntansi yang baru, yang terkenal sebagai akuntansi sosio ekonomi (socioeconomic accounting).  Tujuan utama bidang ilmu ini adalah mendorong entitas bisnis yang beraktivitas dalam pasar bebas agar mempertanggungjawabkan aktivitas produksi mereka terhadap lingkungan sosial melaui pengukuran internalisasi dan pengungkapan di dalam Laporan Keuangan.

f. Pendekatan Ekonomi
Dalam penyusuan teori akuntansi menekankan pengendalian perilaku indicator-indikator ekonomi makro, yang diakibatkan oleh berbagai prkatik akuntansi. Menekankan pada konsep kesejahteraan ekonomi secara umum.
Kriteria umum yang digunakan dalam pendekatan ekonomi makro adalah  :
1.    Kebijakan dan teknik akuntansi yang digunakan harus menyajikan realitas ekonomi.
2.    Pemilihan teknik-teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomi.
Contoh di Swedia metode LIFO akan merupakan teknik akuntansi yang menarik selama periode inflasi yang berkepanjangan daripada FIFO.

g. Pendekatan Eklektik
Penyusunan Teori Akuntansi dan pengembangan prinsip-prinsip akuntansi telah mengikuti suatu pendekatan ekletik, atau pendekatan gabungan.

h. Pendekatan Regulatori Dalam Formulasi Teori Akuntansi
Proses penyiapan dan pelaksanaan standar merupakan masalah serius dalam profesi menetapakan keseragaman standar akuntansi merupakan factor penting agar standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat.  Bab ini berupaya menyajikan suatu diskusi tentang keunggulan dan kegunaan dari masing-masing pendekatan yaitu pasar bebas, sector swasta, maupun sector public.

3. Sifat-Sifat Standar Akuntansi
Standar terus menerus berubah, dihapus, dan atau ditambahkan baik itu di Amerika Serikat maupun di Negara-negara lainnya.  Standar menyajikan petunjuk yang praktis dan mudah yang terkait dengan tugas-tugas akuntan.  Standar biasanya terdiri dari tiga bagian:
1.    Uraian masalah yang harus diatasi.
2.    Pembahasan dengan penalaran (cara-cara pemecahan masalah)
3.    Solusi ditetapkan

Sejumlah pertimbangan dalam penetapan standar yang harus diperhatikan :
·        Standar menyajikan petunjuk dan aturan tindakan bagi akuntan public yang memungkinkan pengujian secara hati-hati (due care) dan independent saat menggunakan keahlian dan integritasya dalam mengaudit laporan keuangan perusahaan serta saat membuktikan kewajarannya.

·        Standar menyajikan kumpulan data bagi pemerintah tentang berbagai variable yang patut dipertimbangkan dalam bidang perpajakan, regulasi perusahaan perencanaan serta regulasi ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan sosial lainnya.

·        Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi.
  
Tujuan Penyusunan Standar
1.    Pendekatan penyajian kebenaran menginginkan laporan yang netral dan berusaha mencapai penyajian yang benar melalui proses penyusunan standar. Konsekuensi ekonomi yang hendak dicapai, maka para pembuat kebijakan akuntansi harus  menyajikan sejumlah sinyal informasi yang dapat memberi petunjuk pada pengguna informasi dalam pembuatan keputusan.
2.    Pendekatan konsekuensi ekonomik, standar yang diundangkan harus memiliki pengaruh positif atau setidaknya tidak memiliki pengaruh negative terhadap kesejahteraan sosial, akibat strategis pendekatan ini adalah kesejahteraan sosial diharapkan meningkat apabila praktik-praktik akuntansi secara parsial dilakukan secara konsisten.

a. Entitas Yang Menaruh Perhatian Pada Standar Akuntansi di Amerika

Kantor-kantor Akuntan Publik dan Induvidu. Kantor Akuntan Publik dan Induvidu bertanggung jawab untuk secara independent menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajikan secara wajar dan akurat seluruh hasil aktivitasnya.

American Institute of Certified Public Accountansts (AICPA).  AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi praktik para akuntan public bersertifikat (CPA) di Amerika. Tahun 1959, AICPA membentuk lembaga baru, yaitu APB (Accounting Principles Board) untuk mempercepat penyajian secara tertulis tentang apa yang dimaksudkan dengan prinsip-prinsip akuntansi  berterima umum.  APB mempublikasikan pernyataan sbb :
APB Statement No.1 Laporan Penerimaan ARS No.1 dan No.3
APB Statement No.2 Disclousure of Suplementary Financial Information by Diversified Companies dikeluarkan September 1967.
APB Statement No.3 Financial Statement Restated for General Price Level Change, dikeluarkan Juni 1969.
APB Statement No.4 Basic Concept and Accounting Principles Underlying Fianancial Statement of Business Enterprise, dikeluarkan Oktober 1970.

Komisi penelitian menerbitkan ARS (Accounting Research Study)
ARS No.1 The Basic Postulates of Accounting. Mauries Moonitz dan R Taprouse (1961)
ARS No.2 Cash Flow Analysis and The Funds Statement, oleh Perry Mason (1961)
ARS No.3 A. Tentative Set of Broad  Accounting Principles For Business Enterprises Maurice Moonitz dan R. Taprouse (1962)
ARS No.4 Reporting of Leses in Financial, oleh John H. Myers (1962)
ARS No.5 A. Critical Study of Accounting for Bussiness Combination, oleh Arthur B.Watt (1963)
ARS No.6 Reporting The Financial Effects of Price Level Change, Stafff Divisi Penelitian (1963)
ARS No.7 Inventory of a Generally Accepted Accounting Principles For Business Paul Grady (1963)
ARS No.8 Accounting For the Cost of Pensiun Plan, Ernest L. Hicks (1966)
ARS No.9 Interperiod Allocation of Corporate Income Taxes, oleh Howard A Black (1966)
ARS No.10 Accounting for Goodwill oleh George  R. Caelett dan Norman O Olson Inventory of a Generally Accepted Accounting Principles For Business Paul Grady (1963)
ARS No.11 Financial Reporting in The Extractives Industries, oleh Robert  R, Field (1968)
ARS No.12 Reporting Foreign Operations Of  Us Companies in US Dollar , oleh Leonard Lorenso (1972)
ARS No.13 The Accounting Basis Of Inventoris oleh Horace G, Barden (1973) (1963)
ARS No.14 Accounting For R & D Expenditure, oleh Oscar S Gellien dan Maurice S Newman (1973)
ARS No.15 Stocholedrs, Equity oleh Beatrice Meicher (1973)

The American Accounting Association (AAA). AAA merupakan organisasi untuk para akuntansi dan bidang akademik maupun induvidu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. Diawali dengan pendekatan induktif, secara bertahap menjadi pendekatan deduktif. Studi-studinya meliputi :
A Tentative of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statements.
An Introduction to Corporate Accounting Standard oleh W.A Paton dan A.C Littleton (1940)
An Inquiry Into Nature of Accounting oleh Louis Goldberg (1964)
A Statement of Basic Accounting Theory (1966)
A Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance (1977)

FASB (The Financial Accounting Standard Board). Financial Accounting Standard Board (FASB) menggantikan APB tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar-standar akuntansi.  Bubarnya APB terutama disebabkan oleh factor-factor berikut :
Kemunculan dari perlakuan akuntasi alternative yang memungkinkan perusahaan menunjukkan earning pershare yang lebih tinggi terutama sebagai hasil proses merger dan akuisisi.
Kurangnya perlakuan akuntansi yang memadai untuk sejumlah persoalan baru dalam akuntansi seperti kredit pajak investasi , akuntansi untuk industri franchise (accounting for franching industries), bisnis pengembangan lahan, dan sewa beli jangka panjang.
Sejumlah kasus kejahatan dan tuntutan hokum akibat metode-metode akuntansi yang gagal untuk menyajikan informasi relevan dalam banyak kasus.
Kegiatan APB dalam mengembangkan kerangka konseptual.

Yang  Dihasilkan FASB :
SFAC No. 1 “Objectives Of Financial Reporting” by Business yang menyajikan maksud dan sasaran akuntansi.
SFAC No. 2 “Qualitative Characteristic Of Accounting Information “yang menyajikan karakteristik yang membuat akuntansi berguna.
 SFAC No. 3 “ Element of Financial Statement of Business Enterprise “ Yang memberikan definisi item-item dalam laporan keuangan, seperti asset, utang ,revenue, expenses.
SFAC No. 4 “Objectives Of Financial Reporting by Non Business” Organization  yang menyajikan maksud dan sasaran akuntansi untuk organisasi non business.
SFAC No. 5 “Recognition and Measurement in Financial Statement of Business Enterprises”, yang menyajikan serangkaian criteria pengakuan dan pengukuran dan petunjuk tentang informasi apa yang seharusnya masuk dalam laporan keuangan.
SFAC No. 6 “Element of Fiancial Statement” yang menggantikan SFAC No. 3 dan meliputi organisasi Nirlaba.

Securities and Exchange Commission (SEC). SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 dengan tanggung jawab utama menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dan setiap perusahaan di Amerika.
SEC secara umum sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh lembaga profesi, opini, APB dan pernyataan FASB.  Walaupun demikian SEC tetap mempertahankan kekuasaannya untuk mengungkapkan pandangan dengan lima secara berikut :
Regulasi S-x yang menguraikan bentuk dan kandungan laporan yang disimpan oleh SEC.
Accounting Series Releases
Keputusan dan Laporan SEC
Laporan Tahunan SEC
Komentar dan artikel yang disajikan oleh anggota komite serta para stafnya 

SEC tidak selalu setuju dengan keputusan yang dihasilkan oleh profesi akuntansi. Contohnya :  ASR No. 96, ASR No. 147, ASR No. 146

Pengguna Laporan Keuangan
Kelompok-kelompok yang bertentangan terhadap laporan aktivitas sebuah organisasi berorientasi profit dapat diklasifikaiskan sebagai pengguna langsung (direct users) dan tidak langsung (indirect users)

Pengguna Langsung Meliputi :
Pemilik dan pemegang saham perusahaan .
Pemberi pinjaman (kreditor ) dan pemasok
Manajemen perusahaan
Kantor Pajak
Organisasi pekerja
Pelanggan

Pengguna tidak langsung meliputi :
Analisis dan konsultan keuangan
Pasar Saham
Pengacara
Otoritas yang terkait dengan regulasi
Kalngan berita keuangan dan agen0agen penyaji laporan
Asosiasi dagang
Serikat pekerja
Kompetitor
Masyarakat Umum
Depatemen pemerintah lainnya.

b. Siapa Yang Seharusnya Menyusun Standar Akuntansi ?

Teori-Teori Regulasi. Regulasi umumnya diasumsikan akan diterima oleh industri terkait dan didesain serta dioperasikan dengan tujuan utama memperoleh keuntungan.  Ada dua kategori utama tentang regulasi industri.

Teori-Teori Kepentingan Umum (menyajikan bahwa regulasi disajikan untuk menanggapi permintaan public akan koreksi terhadap ketidak efisien atau ketidak layakan harga pasar.Teori ini tujuan utamanya adalah melindungi dan menjamin kepentingan umum).

Teori-Teori Kepentingan Kelompok atau Teori Perebutan (regulasi disajikan untuk menanggapi permintaan kelompok tertentu, dengan tujuan untuk memaksimalkan income anggotanya.  Versi utama teori ini adalah :
The political ruling-elite theory of regulation (menekankan penggunaan kekuatan politik untuk mendapatkan pengendalian regulator)
The economic theory of regulation (menekankan pada kekuatan ekonomi)

Haruskah Kita Meregulasi Akuntansi.
Pihak yang tidak mengingikan regulasi menggunakan teori agensi :
Mengapa harus ada insentif untuk pembuatan laporan yang andal dan sukarela bagi pemilik.
Laporan keuangan digunakan untuk memonitor hubungan kerja, untuk menilai dan menentukan kompensasi manajer.
Perusahaan dituntut untuk menyajikan laporan secara sukarela dan kegagalan untuk menyajikan laporan dapat diinterprestasikan sebagai kabar buruk bagi pasar.
Apabila perusahaan tidak menyajikan laporan secra sukarela, pengguna informasi dapat memaksa pihak-pihak terkait dalam menyajikan informasi tersebut.

c. Pihak Yang Menginginkan Regulasi Menggunakan Argumentasi
    Kepentingan Umum

Kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial dan kegagalan pasar memaksa perlu adanya regulasi. Kegagalan pasar disebabkan  :
Keengganan perusahaan untuk mengungkapkan informasinya, sebagai pihak yang mengusai informasi tentang dirinya sendiri.
Adanya penyelewengan
Penyajian Informasi Akuntansi (sebagai produk umum) secara tidak semestinya.
Tujuan sosial mencakup kewajaran laporan, informasi seimbang,perlindungan terhadap investor.

Pendekatan Pasar Bebas . Pendekatan pasar bebas dalam meghasilkan standar dimulai dari asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan sebuah poduk yang bersifat ekonimis, sama seperti barang atau jasa lainnya.  Pendukung pendekatan regulator baik sawsta maupun public menyatakan bahwa ada kegagalan pasar baik secara eksplisit maupun imolivit dalam pasar informasi swasta terjadi karena kuantitas dan kualitas informasi akuntansi berbeda dari manfaat sosial maksimum yang dapat diperoleh, disebabkan :
Pengendalian atas informasi yang bersifat monopoli oleh manajemen. (Dihipotesiskan bahwa akuntan memiliki pengaruh monopolistic atas data yang disajikan dan digunakan pasar, akibtnya pasar tidak dapat benar-benar membedakan antara pengaruh yang disebabkan oleh keadaannya sesungguhnya atau pengaruh akuntansi).
Investor yang naïf, (Dihipotesikan bahwa para investor yang tidak memahami dengan baik kompleksitas teknik-teknik dan transformasi akuntansi mungkin akan dikelabui dengan penggunaan teknik-teknik yang berbeda).
Ketakuatan akan kegagalan fungsional.(Investor mungkin tidak mampu mengubah proses pembuatan keputusannya untuk merespons data yang dihasilkan oleh perubahan yang terjadi dalam proses akuntansi.)
Penyimpangan perhitungan. (Karena akuntansi sangat bertumpu pada berbagai basis perhitungan asset dan prosedur alokasi yang dipandang sepihak dan tidak dapat diperbaiki, keluaran akuntansi merupakan sesuatu yang tidak berarti atau bahkan menyesatkan untuk pembuatan keputusan)
Keanekaragaman prosedur, (fleksibilitas dalam pemilihan teknik-teknik akuntansi yang digunakan untuk melaporkan kejadian tertentu)
Kurangnya objektivitas. (tidak ada criteria objektif yang dapat digunakan manajemen untuk mendasarkan pilihannya akan tehknik-tekhnik akuntansi, hasilnya keluaran yang tidak dapat diperbandingkan)

Regulasi Standar Akuntansi oleh Sektor Swasta  Pendekatan sector swasta dalam regulasi standar akuntansi menggunakan asumsi dasar bahwa kepentingan public terhadap akuntnasi akan terlayani dengan baik apabila penyusunan standar diserahkan kepada sector swasta (Commite on Accounting Procedure (1939 -1959)), FASB (Financial Accounting Standard Board (1973 – Sekarang))  

Pendukung Standar akuntansi oleh Sektor Swasta
FASB terlihat responsive terhadap berbagai konstituen
FASB mampu menarik sebagai anggota atau staff, orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan system pengukuran dan pengungkapan alternative.
FASB sukses dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya.

Penentang Pendekatan Sektor Swasta :
FASB tidak memiliki kewenangan statori dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya.
FASB sering dituduh tidak independen dari konstituennyayang besar (kantor akuntan, korporasi)
FASB sering dituduh lamban dalam menanggapi isu-isu utama yang krusial bagi sejumlah konstituennya.

Regulasi Standar Akuntansi Oleh Sektor Publik.  Regulasi sector public berpusat pada peran SEC.

Pendukung regulasi standar akuntansi oleh sector public :
SEC merupakan instrument dalam menuntun profesi dari metode akuntansi yang safe dan konservatif ke arah  metode yang lebih inovatif dan realistis.
SEC melalui securities Acrs of 1933 dan 1934 memberi perlindungan bagi para investor terhadap berbagai ancaman.
SEC dimotivasi oleh keinginan untuk menyajikan tingkat pengungkapan kepada public yang dianggap perlu dan memadai dalam pembuatan keputusan.
SEC mempunyai legitimasi yang lebih besar melalui kewenangan statutory yang lebih jelas.

Penentang Regulasi Standar Akuntansi oleh Sektor Publik.
Diperlukan biaya yang besar untuk memenuhi ketentuan pemerintah dalam penyajian informasi.
Cenderung memaksimalkan kesejahteraannya tanpa pertimbangan terhadap biaya dan manfaat tambahan laporan.
Akan timbul kondisi yang berbahaya apabila penyusunan standar semakin bersifat politis.
Perlunya system pemerintahan yang didukung kekuatan kepolisian.

d. Legimitasi Proses Penyusunan Standar
Prognisis Pesimistik dihubungkan dengan kemampuannya untuk menghasilkan system akuntansi optimal, yakni sebuah system dimana keuntungan yang diharapkan oleh pemakai strategi keputusan optimal dapat lebih besar atau paling tidak sama dengan keuntungan yang diperoleh dari system lain.
Prognosis pesimistik ini diperlukan untuk menunjukkan :
Bahwa pemilihan alternative laporan keuangan “pada akhirnya memerlukan pertukaran antara keuntungan seseorang  di satu sisi dengan yang lainnya.
Bahwa resolusi alternative laporan keuangan akan mensyaratkan “kebijakan nilai atau etika yang akan dipertukarkan dengan kesejahteraan seseorang dan dalam dimensi apa terhadap kesejahteraan siapa.

Prognosis Optimistik
Prinsipnya proses penyesuaian dengan dasar konstitusional calculus menetapkan legitimasi FASB berdasarkan :
Kemampuannya dalam menyajikan jaminan prosedur yang memadai.
Kemampuannya untuk memaksakan batasan yang memadai dalam proses pemilihan, untuk menjamin hasil yang dapat diterima.
Keseimbangan antara procedural dan hasil yang ditetapkan oleh proses penyusunan standar FASB.





e. Accounting Standard Overload
Accounting Standard Overload umumnya berhubungan dengan pertumbuhan untuk akuntansi.  Situasi-situasi berikut ini diidentifikasi sebagai accounting standard overload :  
Standar yang terlalu banyak
Standar yang terlalu rumit
Tidak ada standar yang kaku, membuat pemulihan aplikasi menjadi sulit.
Standar bertujuan umum

 Standar bertujuan umum yang gagal dalam menyajikan perbedaan antara :
Entitas public dan non public
Laporan keuangan tahunan dan intern
Perusahaan besar dan kecil
Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang terlalu kompleks, atau kedua-duanya.

Pengaruh Accounting Standard Overload
Standar akuntansi yang jumlahnya banyak, terlalu sempit, dan kaku dapat berpengaruh serius terhadap kinerja akuntan, nilai informasi yang disajikan bagi para pengguna, dan keputusan yang dibuat para manajer.
Salah satu jalan keluar bagi para praktisi dalam menghadapi penyimpangan dari PABU (Prisip Akuntansi Berterima Umum) adalah dengan memberikan opini yang dimodifikasi.
Catatan hanya dapat dipahami oleh orang yang berpengalaman dan akrab dengan jargon dan pengetahuan akuntansi.

Solusi Terhadap Accounting Standard Overload
Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah Accounting Standard Overload :
Tida ada perubahan, mempertahankan apa yang sudah ada
Perubahan dari konsep yang ada
Perubahan dalam PABU untuk mempermudah penerapannya dalam setiap usaha bisnis.
Menentukan alternative pengungkapan dan pengukuran yang berbeda.
Perubahan dalam stndar pelaporan CPA atas laporan keuangan
Alternatif terhadap PABU sebagai dasar yang sifatnya pilihan dalam penyajian laporan keuangan.

Pendekatan yang digunakan pada alternative PABU
Sebuah metode akuntansi dengan basis baru (a new basis accounting method, BAM)
Berdasar kas atau kas yang dimodifikasi
Berdasar pajak penghasilan

BAM dikeluarkan dari pembahasan karena kos yang diperlukan lebih tinggi dari manfaatnya. Factor lainnya :
BAM akan mengandung factor-faktor PABU yang bersifat pokok dan memungkinkan untuk meninggalkan prinsip-prinsip pengukuran PABU dengan jumlah yang signifikan.
BAM lebih cenderung meningkatkan masalah standar overload daripada menguranginya.
BAM akan memiliki posisi dalam setiap isu PABU, yang akan membutuhkan biaya dan waktu
BAM perlu disiapkan oleh dewan penyusun standar yang baru
BAM akan dianggap bukan bagian dari PABU, tetapi sebagai bagian dari PABU untuk entitas tertentu.

Penyusunan dan pelaksanaan standar akuntansi muncul sebagai suatu maslah yang kompleks :
Pertama, tidak terlihat bahwa standar didasarkan pada prinsip-prinsip debatan yang luas dan perbandingan antara pendukung dan penentang teori-teori  yang relevan, dan kemudian dipilih atas dasar tersebut oleh badan penyusun standar.

Kedua, terdapat pertentangan yang jelas dalam kepentingan dan kebutuhan di antara entitas-entitas yang terkait dengan prinsip akuntansi.

Ketiga, pengembangan prinsip-prinsip akuntansi merupakan sebuah proses yang semrawut (pertama didominasi oleh manajemen, kemudian diregulasi oleh profesi, dan akhirnya menjadi suatu proses yang benar-benar bersifat praktis)

Keempat, setiap bentuk penyusunan standar dalam dalam pasar bebas, sector swasta, atau sector public lainnya, memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing, tidak ada konsep atau praktis yang dapat dijadikan ukuran.

Kelima, masalah accounting standard overload memerlukan solusi perbaikan

ekonomi akuntnasi



A
16-Point Star: A 





EKONOMI AKUNTANSI


1.PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Akuntansi diartikan sebagai sistem informasi yang mengidentifikasi ,mencatat dan mengomunikasikan peristiwa ekonomi perusahaan kepada pemakai informasi.peristiwa ekonomi yang terjadi pada suatu perusahaan akan memengaruhi keseimbangan aktiva dan pasiva pada periode tertentu .dalam akuntansi ,konsep keseimbangan informasi keuangan dinamakan persamaan dasar akuntansi ,yaitu suatu konsep dasar pencataatn akuntansi sistem berpasangan (double entri ).
Persamaan akuntansi menunjukan sumber aktiva yang dicatat paad sisi pesebrangan dengan pencatatan pasiva .persamaan akuntansi akan selalu menunjukan keseimbangan antara aktiva dan pasiva.dengan konsep ini dapat diketahui  pengaruh posisi keuangan atas transaksi ekonomi sutu perusahaan pada periode tertentu
Aktiva = pasiva
Aktiva = utang + modal
Text Box: Aktiva = pasiva Text Box: Aktiva = utang + modal
 
                                                                atau


2.JURNAL UMUM DAN BUKU BESAR
a.jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi ekonomi secara kronologis (urut waktu)disertai keterangan akun akun yang dicatat debit dan kredit.jurnal memudahkan dalam pencatatan transaksi dari buku harian ke akun buku besar dan menjaga keseimbangan jumlah debit dan kredit.
b.pencatatn dalam jurnal
didasarkan pada bukti transaksi berupa faktur ,kwitansi,nota kredit,nota debit,dan memorial post
c.fungsi jurnal
1)      Fungsi historis adalah media untuk mencatat transaksi menurut urutan tanggal kejadian
2)      Fungsi mencatat adalah media untuk mencatat keseluruhan transaksi ekonomi yang terjadi pada perusahaan
3)      Fungsi analisis adalah menganalilis transaksi dalam menentukan besarnya akun yang di debit dan akun yang dikredit.
4)      Fungsi intruktif adalah memerintahkan pencatatn akun debit dan kredit dalam buku besar sesuai jumlahnya.
5)      Fungsi informatif adalah memberikan keterangan mengenai kegiatan usaha perusahaan.
d.buku besar adalah kumpulan akun untuk mencatat perubahan –perubahan transaksi yang didasarkan pada pencatatan buku besar bertujuan untuk mengetahui saldo akhir dari tiap-tiap akun pada satu periode tertentu.buku besar dapat berbentuk dua kolom,tiga kolom,dan empat kolom.
E.posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal ke akun buku besar sesuai dengan letak debit dan kredit .pencatatan posting dilakukan berdasarkan nama dan jumlah akun dalam jurnal.
3.JURNAL PENYESUAIAN DAN KERTAS KERJA
a).jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo akun agar menunjukan saldo sebenarnya pada akhir periode tertentu.ayat jurnal penyesuaian akan memengaruhi akun laba/rugi dan akun neraca.ayat jurnal penyesuaian diperlukan dalam rangka memnuhi konsep penyajian yang wajar(matching concept)
           dan konsep dasar akrual (accrual basic).
b.akun yang disesuaikan adalah pada akhir periode meliputi akun beban dibayar dimuka (prepaid expenses),pendapatan diterima dimuka (unearned revenues),beban yang masih harus dibayar(accrued expenses),dan pendapatan yang harus masih diterima(accrued revenue).
c.kertas kerja merupakan lembar kerja berlajur untuk mengikhtisarkan data akuntansi sehingga mempermudah penyusunan laporan keuangan pada akhir periode.dengan menggunakan kertas kerja,kesalahan perhitungan dapat dihindari dan penyusunan laporan keuangan lebih akurat.
d.jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansiuntuk mengenolkan akun nominal agar dapat dipindahkan ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi.jurnal penutup berfungsi untuk menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode agar dapat digunakan dalam pembukuan pada periode berikutnya.akun yang perlu ditutup antara lain akun pendapatan ,beban,prive,dan laba/rugi.
4.LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA
a.laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan yang menggambarkan kinerja suatu perusahaan pada satu periode tertentu.menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK),
tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi,kinerja,dan perubahan posisi keuangan,suatu perusahaan pada periode tertentu yang berguna bagi pemakai dalam pengambilan keputusan.
b.karakteristik kualitatif adalah merupakan prinsif utama yang menyebabkan informasi akuntansi bermanfaat bagi pemakainya.pokok laporan keuangan meliputi prinsif dapat dipahami,relevan,keandalan,tepat waktu,dan dapat diperbandingkan.
c.laporan keuangan
1)      Laporan laba/rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan akun nominal(pendapatan dan beban)pada periode tertentu.unsur-unsur laporan laba/rugi
a)      Laba/rugi usaha,yaitu pendapatan usaha dikurangi beban usaha;
b)      Laba/rugi diluar usaha adalah pendapatan diluar usaha dikurangi beban diluar usaha
c)       Laba/rugi bersih adalah laba/rugi sebelum pajak dikurangi pajak

2)      Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode tertentu,dipengaruhi oleh transaksi antara lain investasi pemilik usaha,pendapatan,beban,dan pengambilan prive
3)      Neraca adalah gambaran posisi keuangan berupa akun rill(aktiva,kewajiban,dan modal) yang di susun secara sistematis pada satu periode akuntansi.informasi keuangan pada neraca berupa posisi sumber kekayaan dan pembiayaan perusahaan pada sesuatu periode tertentu(triwulan,kuartal,atau tahunan).

B
16-Point Star: B
 








1.JURNAL KHUSUS DAN POSTING KE BUKU BESAR
A.transaksi yang umum dilakukan perusahaan dagang
1)      Pembelian barang dagang
2)      Penjualan barang dagang
3)      Pengiriman kembali barang yang dibeli(retur beli)
4)      Penerimaan kembali barang yang sudah dijual(retur jual)
5)      Pembayaran biaya angkut pembelian
6)      Pembayaran biaya angkut barang yang dijual
b.jurnal  khusus adalah jurnal pada perusahaan dagang yang berguna untuk mencatat transaksi –transaksi yang sejenis .penggunaan jurnal khusus bertujuan untuk meringkas pencatatn terhadap transaksi yang berlangsung pada perusahaan dagang.
1)      Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus yang berguna utntuk mencatat transaksi  penerimaan uang tunai atau setara uang tunai.contohnya cek,giro pos,giro bilyet,wesel pos,dan traveler cheque.
2)      Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus yang berguna untuk mencatat transaksi perusahaan atas pengeluaran secara tunai atau setara uang tunai.
3)      Jurnal pembelian adalah jurnal untuk mencatat pembelian barang dagang dan harta lainnya secara kredit.
4)      Jurnal penjualan adalah jurnal untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
c.jurnal umum adalah jurnal untuk mencatat transaksi pada perusahaan dagang yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.misalnya,transaksi retur dan pengurangan harga.
d.rekapitulasi jurnal khusus adalah penjumlahan secara global dari tiap-tiap transaksi  dalam jurnal khusus sebelum di posting(dipindah) ke akun buku besar utama pada periode waktu tertentu.tujuannya adalah memudahkan posting ke buku besar ,menentukan jumlah yang harus diposting,menghidari kesalahan jumlah posting,serta menjamin kebenaran nama akun yang akan di posting.
e.posting adalah suatu proses memindahbukuan akun-akun jurnal khusus kedalam buku besar.proses posting dari jurnal khusus kedalam buku besar harus dilakukan secara bertahap.
f.buku besar utama adalah kumpulan transaksi yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yang digunakan perusahaan  dalam menyusun laporan keuangan pada satu periode akuntansi.
g.buku besar pembantu adalah buku besar yang khusus dibuat untuk membantu memerinci lebih lanjut informasi keuangan yang terdapat dalam buku besar utama.
1)      Buku besar pembantu piutang adalah buku yang memerinci akun piutang dagang menurut nama pelanggan dan perpindahan jumlah piutang.buku ini menunjukan saldo piutang dagang pada akhir periode.buku ini terdiri atas satu kolom karena saldo normal piutang adalah disisi debit
2)      Buku besar pembantu utang adalah buku yang memerinci akun utang dagang menurut nama pemasok dan perpindahan jumlah utang.buku ini menunjukan saldo utang dagang pada akhir periode .buku ini terdiri atas satu kolom karena saldo normal utang adalah disisi kredit.
2.LAPOARAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG
a.neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap akun buku besar pada suatu  periode waktu tertentu.neraca sisa dibuat pada akhir periode akuntansi.
b.jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo akun sehingga saldo akun menunjukan jumlah sebenarnaya.pada perusahaan dagang,akun yang bisa disesuaikan antara lain pemakaian beban dibayar dimuka,pemakaian aktiva tetap,pengakuan beban terutang,dan penyesuaian persediaan.

Jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagang bergantung pada sistem akuntansi persediaan yang dipakai.
1)      Sistem persediaan periodik(fisik) dilakukan secara berkala biasanya pada akhir periode.pada sistem periodik ,penyesuaian dilakukan dengan pendekatan ikhtisar laba/rugi dan pendekatan harga pokok penjualan (HPP).jurnal penyesuaia dengan pendekatan ikhtisar laba/rugi hanya menyesuaikan persediaan barang dagang awal dan akhir pencatatan persediaan barang dagang dengan pendekatan HPP melibatkan akun persediaan barang dagang ,pembeliaan dan potongan pembelian.
2)      Sistem persediaan perpetual dilakukan pada saat barang dagangan dibeli atau dijual oleh perusahaaan dagang.
c.kertas kerja adalah alat bantu untuk menyusun laporan keuangan pada akhir periode. Dalam menyelesaikan kertas kerja ,akun ikhtisar laba/rugi dalam kolom penyesuaian dipindahkan ke kolom neraca saldo di sesuaikan (NSD) dan laba rugi tanpak diselisihkan .akun harga pokok penjualan (HPP) dari kolom penyesuaian dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan (NSD) dan laba/rugi sebesar saldonya.
3.LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG
a.harga pokok penjualan (HPP) adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan barang yang dijual atau harga perolehan. Penghitungan HPP ditetapkan dengan mengurangkan persediaan barang dagang akhir terhadap barang tersedia untuk dijual(BTUD) .persediaan barang dagang akhir ditentukan dengan perhitungan fisik persediaan.
b.laporan laba/rugi adalah menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban selama periode akuntansi.pada laporan laba rugi perusahaan dagang terdapat perhitungan harga pokok penjualan (HPP).jika HPP lebih kecil dari penjualan bersih ,akan diperoleh laba kotor .akan tetapi jika HPP lebih besar dari penjualan bersih diperoleh rugi kotor.perolehan laba/rugi kotor disebabkan jumlah tersebut belum diperhitungkan  dengan beban usaha.
c.laporan perubahan modal  adalah menyajikan perubahan jumlah modal selama satu periode akuntansi.modal bertambah jika laba bersih lebih besar daripada pengambilan prive.modal berkurang jika laba lebih kecil daripada pengambilan prive dan jika terjadi kerugian.
d.neraca dalah laporan yang memuat secara terperinci mengenai harta ,utang,dan modal suatu perusahaan pada periode tertentu.laporan neraca berguna sebagai informasi  bagi pemakai dalam menentukan kebijakan terkait masa depan perusahaan.
4.JURNAL PENUTUP
a.jurnal penutup merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun sementara,akun pembantu modal,dan akun modal.jurnal penutup dibuat untuk mengenolkan akun nominal dan mengikhtisarkan pos-pos yang memengaruhi modal selama periode akuntansi.akun akunyang perlu ditutup antara lain pendapatan,beban,laba/rugi,dan pengambilan prive
b.penutupan aku dan jurnal penutup
1)        Memindahkan Saldo Akun Laba/Rugi Bersaldo Kredit Ke Ikhtisar Laba/Rugi
Digunakan untuk menutup akun penjualan ,retur pembelian dan pengurangan harga,serta pemotongan pembelian.penutupan dilakukan dengan cara mendebit akun-akun tersebut dan mengkredit akun ikhtosar laba/rugi.
2)        Memindahkan Saldo Akun Laba/Rugi Bersaldo debit Ke Ikhtisar Laba/Rugi
Digunakan untuk menutup akun potongan penjualan,retur penjualan,dan pengurangan harga,pembelian serta beban.penutupan dilakukan dengan cara mendebit akun ikhtisar laba/rugi dan mengkredit akun  akun tersebut.
3)        Memindahkan Laba/Rugi Bersih Ke Akun Modal
Memindahkan saldo akun ikhtisar laba/rugi disisi debit dan mencatat saldo modal disisi kredit.akun ikhtisar laba/rugi juga memuat ayat jurnal penyesuaian persediaan .pencatatannya dilakukan dengan cara mendebitakun persediaan dan mengkredit akun ikhtisar laba/rugi.
4)        Memindahkan Akun Prive Ke Akun Modal
Penutupan akun prive dilakukan dengan cara mendebit akun modal dan mengkredit akun prive.
c.neraca sisa setelah penutupan adalah susunan akun rill akhir periode setelah dilakukan penutupan dan sebagai neraca awal periode akuntansi berikutnya tujuannya untuk mengadakan kontrol terhadap buku besar pada akhir periode yang akan digunakan sebagai dasar pembukuan periode berikutnya.












Persamaan dasar akuntansi
Rumus dasar akuntansi
H =   U   +   M
Text Box: H =   U   +   M
 


                                                                      
Ket:    harta = utang + modal

Harta                      aktiva
utang                     passiva

1.       Harta aktiva
*      Aktiva lancar adalah harta yang terus mengalir
Kas
Piutang(tagihan)
Perlengkapan
Utang(kewajiban)
Perlengkapan (jangka waktu pemakaiannya lebih dari satu tahun /jangkan lama)
*      Aktiva tetap adalah modal yang tetap
Mesin
Gedung
Peralatan
Akumlasi penyusutan(-)
Dll
2.       Utang (passiva)
*      Utang
*      Modal

Neraca adalah tingkatan
Prive adalah mengambil kepentingan pribadi

Text Box:    Debet(D)
   Kredit(K)
Text Box:    Kredit(K)
   Debet(D)
                                                     H = U + M







1.Aktiva lancar                                                                                                    pasiva
Kas
Piutang(tagihan)
Perlengkapan                                                                                                utang
Utang(kewajiban)
      Perlengkapan
     dll
2.Aktiva tetap
Mesin
Gedung                                                                                                           modal
Peralatan
Akumlasi penyusutan(-)
Dll


Ini disebut skontro adalah sebelah menyebelah
Aktiva





Jumlah aktiva



Passiva


V

M


Jumlah palitan





5000











                                                5000

Ini dsebut
 stavel ialah bentuk halaman